02 April 2009

Angin Pentil Mumet...

Yap....tanggal 31 Maret 2009, sekira jam 14.20, di tempatku, Kebun Klatakan-Jember, kedatangan angin puting beliung atau angin pentil mumet.  Angin datang dengan membawa teman-temannya, yaitu hujan deras dan petirnya.  Awalnya gludak-gluduk biasa, tanda kalau mau hujan. Tidak beberapa lama hujan tambah deras, petir saut-sautan kayak mercon bantingan.  Yang bikin takut itu petir yang terus menerus teriak-teriak,  karena rasanya deket banget.

Tambah lama tambah kenceng anginnya, tambah deras hujannya dan tambah sering petirnya.  Tiba-tiba saya ingat kalau laptop yang di meja belum dicabut stekernya. Maunya kabel adaptornya saya cabut, tetapi mundur teratur karena didekat meja ada kabel antena RG8 alkom 2M.  Konektor antena diatas meja karena pesawat 2M sedang dirawat di tukang servis.  Takutnya pas saya ada didekat meja, petirnya nyambar antena, kan saya bisa gosong.  Akhirnya diikhlaskan saja, daripada yang punya yang kena petir.



Saya lalu ke bagian belakang rumah untuk lihat keadaan luar.  Ternyata di luar tambah menakutkan.  Kilatan petir yang saut-sautan tampak jelas di dekat kebun.

Pada kondisi saat itu rasanya kita jadi kecil, kecil setelah melihat dan merasakan kekuasaan, kebesaran dan kekuatan Allah SWT.  Saya hanya bisa istigfar dan berdzikir menyebut Allah.

Angin yang kencang tiba-tiba merobohkan pohon durian dan pohon jambu disebelah rumah. Terlihat jelas juga atap seng dan kayunya garasi yang diterbangkan angin sejauh 40 m menghantam genteng dapur rumah.  Ternyata di belakang rumah 2 pohon mangga yang besar juga ambrol dengan akar-akarnya.

angin-beliung_resize

Setelah hampir 1 jam angin reda, hujan reda dan petir juga tidak berbunyi.  Alhamdulillah.....selamet..selamet..

Lihat disekitar perumahan karyawan, ternyata banyak yang genteng rumahnya ambrol.  Semua barang-barang jadi basah kena air hujan. Atap gudang barang rusak separo.  Atap tempat sortasi dan gudang produksi juga rusak, untungnya produksi karet sudah terkirim ke gudang transito, sehingga tidak ada kerusakan hasil produksi.

Lihat-lihat di kebun....wuih...banyak pohon sengon dan karet yang roboh.  Kayu rencek dan daun sengon jadi rebutan orang kampung.  Rupanya orang kampung punya indera penciuman bencana yang tinggi.  Begitu hujan dan angin pergi, giliran orang cari kayu dan ramban daun sengon yang datang.

Di perumahan juga ada cabang besar pohon durian yang patah dan diterbangkan angin sampai jarak 100 m.  Untung gak nyampe di rumah karyawan. Setelah dicek ternyata tidak ada korban jiwa manusia.

Alhamdulillah lagi......

Karena banyak kabel listrik yang putus, maka aliran listrik dimatikan.  Yah....semalam seperti orang jualan kacang, karena pakai lampu ublik.

SILAHKAN MEMBACA ARTIKEL LAINNYA...

1 comment:

  1. Hehehe... itu namanya angin punting beliung bisa jadi kayak gitu. :D

    ReplyDelete